Renungan

Bersedekahlah walaupun hanya sebesar biji zarrah

 

Sedekahkanlah apa yang kamu punya dijalan kebaikan, walaupun hanya sebesar biji Zarrah. Kalau bisa lebih dari itu! Banyak orang yang berlomba-lomba di jalan Allah untuk mencari ridha Allah SWT dengan bersedekah. Lalu bagaimana dengan diri kita? Sudah bersedekahkah kita hari ini? Kalau belum yuk disegerakan!

Bersedekah atau berbagi tidak hanya dalam bentuk uang, bisa berupa barang, ilmu maupun tenaga. Tak ada alasan yang menghalangi kita untuk tidak bersedekah. Emang apa balasannya kalo kita sedekah? Nanti duit gue abis dong, gak bisa nonton ataupun hang out bareng temen-temen.Bokek bin kere. Lebay ah! Stop saying like that!

Ini ada dua kisah nyata dalam kehidupan sehari-hari yang bakal ngejawab pertanyaan dan pernyataan-pernyataan tersebut.

Pertama, kisah seorang bapak tukang becak di Yogjakarta. Sebut saja namanya mawar, eh salah beliau laki. Pak Didi (nama samaran karena gak tau namanya) adalah seorang tukang becak yang sudah berkiprah lama dalam dunia perbecakan. Beliau menjalankan tugasnya setiap hari dengan tulus, gak pake ngeluh (catet). Meskipun dia hidupnya pas-pasan tapi beliau punya niat dan tekad yang istiqamah untuk berbagi dengan orang-orang disekitarya. Beliau menetapkan hari jumat sebagai ladang pahala baginya. Mengapa demikian? Karena setiap hari jumat, penumpang yang menaiki becaknya tidak akan dikenakan biaya alias gratis meski jarak tempuhnya jauh atau dekat. Suatu hari, datanglah seorang pengunjung dari jakarta dan menaiki becak pak Didi.

“Berapa pak tarif ke malioboro?” Tanya si pengunjung.

“Mboten usah pak, iki gratis. Saben jumat ra usah bayar.” Jawab pak Didi sambil tersenyum.

“Loh kok gitu pak?” Tanya si pengunjung heran.

“Iya pak, memang aturane seperti itu.” Jawab pak Didi.

Si pengunjung hanya heran,

“Yasudah kalo begitu saya booking becak bapak ya untuk seminggu kedepan.”

“Njeh pak..” Jawabnya sambil tersenyum simpul.

Hari Jumat berikutnya si pengunjung pun pergi untuk membeli oleh-oleh,

“Pak ini uangnya.” Sambil menyodorkan uang ke tangan pak Didi.

“Mboten usah pak.. iki hari Jumat gratis.” Tukas pak Didi.

Karena penasaran si pengunjung dengan sikap pak Didi, si pengunjung bertanya kepada salah satu warga yang tinggal dekat penginapannya.

“Oalah pak, memang pak Didi selalu mengratiskan tarif becaknya setiap jumat. Untuk beramal lewat tenaga yang ia mikliki katanya.” Jelasnya.

Si pengunjung pun merasa terharu mendengar penjelasan itu dan terketuk pintu hatinya. Singkat cerita, pengunjung tersebut  berkunjung ke rumah pak Didi yang ternyata jauh dari kata layak. Ternyata si pengunjung tersebut menghadiahkan pak Didi dan istrinya untuk berangkat haji bersama. Subhanallah!

Kedua, kisah seorang tukang rujak keliling yang niat beramal lewat dagangannya. Beliau akan mengratiskan barang dagangannya apabila pembelinya hafal satu surah yang panjang dalam Al-quran. Jadi apabila pembelinya tak memiliki uang untuk membayar, mereka bisa membayarnya dengan salah satu hafalan surah yang mereka punya. Jadi banyak warga yang kurang mampu tertarik untuk menghafalkan surah dalam Al-quran untuk mendapatkan rujak secara cuma-cuma. Dan anehnya setiap hari Pak Andi (nama samaran) menjajakan rujak ia selalu mendapatkan untung yang berlipat. Subhanallah maha kaya Allah.

Nah, coba kita renungkan dari sekarang. Apakah beramal akan membuat diri kita miskin atau semakin berkah dan berlimpah? Masih gak percaya? Nih Allah berfirman langsung dalam Al-quran:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . [Al Baqarah (2) : 261].

        Masih mikir lagi? Nih satu lagi firman Allah tentang sedekah:
       “Jika kamu menampakkan sedekah(mu) [*], maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.           [Al-Baqarah(2):271]
ket[*]: Menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh orang lain.

Semoga jadi renungan bagi kita, jadi gak usah mikir-mikir lagi. Bersedekah? Yuk segerakan! Semoga bermanfaat bagi kita. Amin Ya Rabbalalamin 🙂

ANTONWIJAYA12320150628221202

Advertisements