Teguran dari Alam Bawah Sadar

petunjuk-Allah

Sesunggunya tuhanmu, dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalanNya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (QS: Al-an’am 117)

       Malam adalah sahabatku untuk mencari kebahagian diluar sana, pukul 00.30 sudah aku mengahabiskan waktu untuk berhura-hura. 15 batang rokok yang sudah saya hisap sejak tadi pagi dan 10 cangkir kopi hitam yang menemani aku dan teman-teman untuk bercengkrama. Tiba-tiba seorang temanku datang membawa sebotol alkohol untuk merayakan pesta karena telah mendapati hati seorang wanita yang di idam-idamkan sejak dulu. Namun tak seperti biasanya, mataku terasa berat sekali, segeralah aku memutuskan untuk meninggalkan mereka dan berbaring diatas kasur untuk beristirahat, sedangkan mereka melanjutkan pesta alkoholnya.

“Dylan.. Ayo ikut saya!” seorang pria setengah baya mengajakku untuk pergi kesebuah tempat yang jauh dan sangat terpencil. Anehnya aku tak berusaha mengelak ajakan pria asing itu, aku mengikutinya tanpa rasa curiga.

“berhenti! Lihatlah 4 kuburan itu!” tangannya menunjuk ke arah makam yang letaknya berada disebuah pekarangan yang sangat indah. Aku hanya terdiam dan terpaku melihat ke 4 kuburan itu, aku ingin sekali bertanya kepadany tapi apa daya lidahku terasa sangat kelu.

“kedua kuburan itu adalah kuburan kedua orang tuamu dan yang dua lagi telah saya sediakan untukmu dan kakamu kelak.” jelas pria itu.

Suara azan subuh membangunkan tidur lelapku , terdengar merdu sekali menggetarkan hati. Rindu sekali saya mendengarnya sudah 5 tahun kulewatkan keindahan waktu subuh. Aku termenung dan berusaha untuk menafsirkan apa yang pria itu sampaikan lewat mimpi tadi.

“mungkin Allah rindu atau waktu subuh juga rindu padaku?” tiba-tiba batinku bertanya seperti itu. Segeralah aku bergegas dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudu. Air yang mengalir melewati celah pori-pori membuatku merinding dan teringat betapa jauhnya aku dari Allah, air mata yang menetes karena mengingat dosa-dosa yang telah kuperbuat selama ini mengalir menyaru dengan air wudu. waktu subuh adalah waktu yang baik untukku memulai lembaran baru, niatku yang berasal dari hati.

Satu minggu setelah kejadian itu, aku mengikuti sebuah pengajian yang tak jauh dari rumah. Tanpa ragu aku menanyakan isyarat yang diberikan oleh Allah lewat mimpi tersebut.

“Tad… Ane mau nanya, seminggu yang lalu ane dimimpiin ada orang laki-laki memperlihatkan 4 kuburan dihadapan mata ane dan kemudiam ane bangun diwaktu subuh… ane bingung tad apa arti dari mimpi saya itu?” tanya saya pada ustad iryawan.

“sekarang ane mau tanya.. Ente udah berapa lama jauh dari Allah?” ustad menimpalkan sebuah pertanyaan yang menusuk tepat ke batinku.

“udah lima tahun tad.. Jujur ane udah ngelewatin banyak waktu subuh.” jawabku jujur.

“itu tandanya waktu subuh kangen sama ente.. Allah juga kangen sama ente.. Jadi mulai sekarang ente berubah tunaikan kewajiban ente.. Jangan sampe ditinggalin.. Kalo ane gak bisa lari coba berjalan kalo ente gak bisa jalan ente bisa duduk, kalo ente gak bisa duduk tidur tapi niat ente yang jalan.. Paham?” jelas ustad iryawan dengan singkat.

“iya tad ane paham.. Ane rasa ini hidayah dari Allah.”

“yang namanya hidayah dateng tiap hari, kaya azan misalnya itu juga hidayah tapi ente aja yang ngelak buat dapet hidayah. Nah kali ini ente beruntung Allah ngasih hidayah lewat mimpi belom tentu Allah ngasih hidayah itu sama yang lain.” ustad Iryawan menambahkan.

Sejak mendapat pencerahan dari ustad Iryawan, aku semakin yakin bahwa mimpi seminggu yang lalu adalah hidayah dari Allah. Perlahan-lahan aku memperbaiki diri untuk kembali ke jalan yang diridhoi oleh Allah, kulepaslah sepasang anting yang terpasang dikedua telingaku. Aku sadar bahwa sudah jauh sekali aku berpaling dari jalan Nya dan kali ini aku sudah merasakan lelah atas kebahagiaan dunia yang hanya sesaat. Sampai suatu ketika, sore itu aku menunaikan ibadah solat magrib. Seusai solat, aku melihat sebuah Al-quran yang tertata rapih diantara sela-sela buku kuliahku. Sudah lama tak kubuka dan aku memutuskan untuk membacanya. Ku lantunkan surah Al-fatihah sebagai surah pertama dalam Al-qur’an. Tiba-tiba dipertengahan ketika kumulai untuk membaca ayat pertama surah Al-baqarah, badan ini terasa kaku seperti terserang penyakit stroke. Inginku bacakan ayat selanjutnya tapi lidah ini kelu dan tak bisa mengeluarkan lantunan ayat berikutnya. Kali ini aku pasrah pada Allah, jika memang ini ajalku dan jawaban dari mimpi beberapa minggu lalu. Aku merasa sangat beruntung karena Allah telah mengizinkanku untuk bertobat dan kembali kejalan Nya.

“astagfirullahalazhim..”aku beristigfar didalam hati.

Setelah beberapa menit, ku lantunkan lagi ayat berikutnya dan aku merasa jauh lebih baik dan lebih tenang dari sebelumnya. Aku menangis mengingat dosaku, kali ini Allah memberikan peringatan Nya untuk yang kedua kalinya. Aku semakin sadar bahwa Allah sangat mencintaku.

Beberapa bulan selanjutnya, ibadahku sudah mulai ditunaikan dengan baik meskipun belum tepat waktu. Kebiasaan nongkrong yang belum bisa ditinggalkan menjadi kenikmatan sendiri buatku. Tapi kali ini aku tidak lagi bermain perempuan atau berpacaran dan tidak meminum-minuman yang mengandung alkohol karena larangan Allah sangat keras tentang permasalahan itu. Untung saja teman-teman pergaulanku juga sedikit demi sedikit berubah, mereka merasa lelah dengan kebiasaan buruk yang mereka lakukan kala itu. Pembicaraan kami saat ini lebih terarah, masalah agamalah yang menjadi topik utama kali. Subhanallah memang nikmat dekat dengan Allah.

Sudah genap 6 bulan aku terbiasa dengan kenikmatan iman. Kebiasaan nongkrongku masih belum juga bisa dihilangkan. Kalau aku dan teman-temanku sudah asik mengobrol, kami bisa menghabiskan waktu 8 jam dikedai kopi tongkrongan kami. Hal yang paling tersulit dalam hidupku adalah menghilangkan kebiasaan untuk merokok. Ingin sekali rasanya berhenti merokok karena ada beberapa ulama menyatakan bahwa merokok itu haram bahkan diarab dan beberapa negara lain rokok sudah menjadi barang haram. Tapi kali ini aku masih berniat dan belum bisa direalisasikan.

Pagi itu setelahku menunaikan solat subuh, aku membereskan rumah dan menyapu beberapa bagian sudut rumah. Dan tiba-tiba kepalaku terasa sangat berat dan segera ku jatuhkan tubuhku ke atas lantai. Untunglah ada nenek yang melihatku sedang kesakitan dan segeralah ia membawaku kerumah sakit. Lagi-lagi aku dikejutkan dengan vonis dokter bahwa aku menderita penyakit vertigo. Aku kali ini benar-benar pasrah pada Allah karena kasih sayangnyalah yang membuatku tersadar bahwa dunia ini bukanlah apa-apa. Dan mulai sejak itu, kebiasaanku nongkrong mulai sedikit demi sedikit berkurang. Aku lebih memilih berdzikir didalam rumah atau dipengajian karena aku takut penyakit vertigoku kambuh secara tiba-tiba.

 

 

 

 

Advertisements